Senin, 23 September 2013

Psikologi Belajar
Otak Manusia Di Awal Kelahiran
     Ketika kita baru lahir berat rata-rata otak manusia sekitar 350 gram dan ketika sudah berusia 20 tahun rata-rata berat otak manusia menjadi 1350 gram (Blinkow & Glesser, 1968). Ketika kita bayi perkembangan neuron sangat cepat, pertumbuhan neuron ini diiringi dengan peningkatan yang sangat besar pada jumlah dendrite dan synapse. Neurotransmitter digunakan Untuk membantu neuron-neuron saling berkomunikasi satu sama lain. Pertumbuhan di otak adalah pemanjangan dan pencabangan axon neuronal (yang menambah dendrite dan synapse). Di setiap wilayah cortical, periode pertumbuhan yang pesat diikuti dengan reduksi pada level dewasa. Proses ini terjadi pad waktu pada wilaya yang berbeda. Riset menunjukkan bahwa kelebihan produksi penting karena memungkinkan lingkungan individu untuk mempengaruhi perkembangan otak.
     Plastisitas struktural dimana perkembangan otak muncul dari interaksi antara gen dan lingkungan.  Penyebab plastisitas struktural adalah  mereduksi beban genetik yang di butuhkan untuk memprogram ulang banyaknya synapse yang dibutuhkan untuk menghadapi komleksitas hidup. Dan, jumlah gen tidak mencukupi untuk embentuk struktur dan lokasi miliaran neuron dan synapse. Kedua, otak yang ditentukan sepenuhnya oleh synapse akan kaku, jumlah operasi yang mungkin akan terbatas, dan organisasi otak tidak akan terbuka bagi lingkungan sosial dan kultural. Beberapa penelitian meninjukkan bahwa pelatiihan dan pengalaman akan menimbulkan perubahan pada otak. Penelitian tentang neuroimaging terhadap anak yang kembar identik menunjukkan bahwa, wlaaupun memiliki gen yang sama, tetap mengindikasikan adanya perbedaan yang sangat besar di dalam area cortical. Penelitian terhadap tikus dan manusia mengindikasikan bahwa stimulus lingkungan dapat menimbulkan perubahan otak di sepanjang kehidupan. Contohnya riset pada anak sekolah yang di Drop Out dan mahasiswa lulusan universitas, riset menunjukkan bahwa mahasiswa yang lulusan universitas lebih banyak koneksi synaptic daripada anak SMA yang di Drop Out.
     Pertumbuhan axon dan synapse di bagian otak yang berbeda-beda dan juga pada perubahan di sepanjang hidup. Ketika masih bayi pola pertumbuhan axon dan synapse sangat besar, dibandingkan ketika dewasa.  Stimulasi lingkungan dapat menimbulkan perubahan di otak selama hidup. Riset menunjukkan bahwa tantangan kognitif dalam hidup membantu menjaga fungsi mental. 


Psikologi Belajar
TESTIMONI KULIAH ONLINE
Saat kuliah online kemarin saya merasa antusias, berbeda pada saat kuliah online pertama saya di mata kuliah Psikologi Pendidikan. Perbedaannya, pada saat kuliah online Psikologi Pendidikan antusias teman-teman menjawab pertanyaan dosen pengampu tidak sebesar kuliah online Psikologi Belajar. Sebelum kuliah online, saya harus pergi kerumah saudara untuk mengecas laptop dan hp, karena dirumah mati lampu. Saat jam 4 kurang 10 saya pulang kerumah karena jam 4 kuliah online. Saat kuliah online dimulai, diawali dengan absen online, kemudian masuk ke pertanyaan pertama. Pertanyaan pertama tentang contoh teori belajar, pertanyaan pertama semua teman-teman pada antusias menjawab cepat, saya juga berusaha secepat mungkin untuk menjawab pertanyaannya, tapi ada beberapa teman yang menjawabnya tidak sesuai dengan jawaban yang seharusnya, dosen pengampu memperjelas lagi pertanyaannya agar teman-teman yang lain dapat menjawab pertanyaan sesuai dengan jawaban yang diharapkan.

Pertanyaan kedua tentang teori belajar dan kuliah online dilihat dari perspektif Gestalt. Di pertanyaan kedua semakin banyak persepsi, dan dosen pengampu juga memperjelas kembali pertanyaannya. Dari kuliah online kemarin jika dilihat dari persprektif Gestalt, pada teori Gestalt dikenal persepsi, ketika dosen pengampu memberikan pertanyaan dan kami menjawabnya, tapi jawaban kami beragam karena perbedaan persepsi ( 1 stimulus dapat menghasilkan persepsi yang berbeda-beda), maka dosen pengampu akan memperjelas  pandangan kami tentang maksud dari soal tersebut sehingga respon yang diharapkan akan sesuai. 

Senin, 16 September 2013

Psikologi Belajar
B. F. SKINNER

Alasan saya memilih teori skinner adalah teori skinner sering kita jumpain di kehidupan kita sehari-hari berkaitan dengan reinforcement positive dan reinforcement negative. ketika perilaku ingin dipertahankan maka dapat di berikan reinforcement positive. Contohnya adalah jika seorang anak berhasil mengerjakan PR sendiri maka dia akan diberikan token oleh ibunya. Token disini dapat diartikan sebagai reinforcement positive, karena dapat memperkuat perilaku si anak untuk mengerjakan PR sendiri.
 Ketika perilaku itu dianggap tidak baik dan ingin mengurangi perilaku tersebut dapat diberikan reinforcement negative. Contohnya, orang tua selalu marah kepada anaknya jika kamar anaknya berantakan, dan setiap anaknya membersihkan kamarnya, maka ibunya akan berhenti marah. Ini adalah contoh reinforcement negative karena si anak hanya mau membersihkan kamar untuk menghindari ibunya marah. Reinforcement negative dikenal juga sebagai pengkondisian penghindaran karena ia memperkuat perilaku menghindar.
Ada 3 klasifikasi reinforcement umum menurut Skinner. Pertama adalah reinforcement primer dan reinforcement sekunder. Reinforcement primer adalah reinforcement yang dapat meningkatkan frekuensi perilaku tanpa pelatihan, sedangkan reinforcement sekunder adalah reinforcement yang mendapatkan kekuatan melalui asosiasi dengan kejadian yang telah menjadi penguat. Kedua adalah reinforcement umum, reinforcement  yang berfungsi dalam berbagai macam situasi. Ketiga reinforcement positive atau negative
Skinner mendefinisikan belajar sebagai perubahan perilaku. “belajar bukanlah melakukan-belajar adalah mengubah apa yang kita lakukan” (skinner, 1989a, h. 15).

Senin, 16 Mei 2011

masalah yang sering dihadapi dalam mengajar anak pra sekolah

Nabila Adani (10-073)
Nurul Adha Elliza (10-097)
Siti Jamilah (10-113)




PERENCANAAN

Topik: Ruang lingkup pendidikan usia pra sekolah
Judul: Masalah yang sering dihadapi dalam Mengajar Anak Pra Sekolah
1.1    Pendahaluan
Masa usia dini merupakan periode emas (golden age) bagi perkembangan anak untuk memperoleh proses pendidikan. Periode ini adalah tahun-tahun berharga bagi seorang anak untuk mengenali berbagai macam fakta di lingkungannya sebagai stimulan terhadap perkembangan kepribadian, psikomotor, kognitif maupun sosialnya.           
Anak prasekolah umumnya aktif. Mereka telah memiliki penguasaan atau kontrol terhadap tubuhnya dan sangat menyukai kegiatan yang dilakukan sendiriAnak masih sering mengalami kesulitan apabila harus memfokuskan pandangannya pada obyek-obyek yang kecil ukurannya, itulah sebabnya koordinasi tangan masih kurang sempurna. Oleh karena itu biasanya anak belum terampil, belum bisa melakukan kegiatan yang rumit walaupun kemampuan kognitif anak umumnya sudah berkembang.
Umumnya anak pada tahapan ini memiliki satu atau dua sahabat, tetapi sahabat ini cepat berganti, mereka umumnya dapat cepat menyesuaikan diri secara sosial, mereka mau bermain dengan teman.  Anak TK cenderung mngekspreseikan emosinya dengan bebas dan terbuka. Pada usia ini anak menjadi 'egosentris'. Sikap marah sering diperlihatkan oleh anak pada usia tersebut dan iri hati sering terjadi, di dalam kelas mereka seringkali memperebutkan perhatian guru. Dengan demikian pasti banyak masalah yang sering dihadapi guru dalam mengajar anak – anak pra sekolah di sekolah/kelas. Dan guru harus menghadapi anak – anak dengan sabar dan memiliki cara sendiri dalam menghadapi tingkah laku anak – anak pra sekolah tersebut.             
Oleh karena itu, kami memilih topik ini agar dapat mengetahui masalah yang sering dihadapi dalam mengajar anak pra sekolah. Karena pada masa ini anak sedang dalam tahap perkembangan yang sangat berpengaruh untuk pendidikannya agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Yang menjadi objek dalam penelitian kami ini adalah anak – anak pra sekolah itu sendiri dan guru di sekolah tersebut yang dapat diwawancarai sebagai subjeknya.

1.2    Landasan Teori
Teori piaget
Piaget meyakini bahwa perkembangan kognitif terjadi dalam empat tahapan, yaitu:
·   Tahap sensorimotor (0-2 tahun)
Bayi membangun pemahaman dunia dengan mengoordinasikan pengalaman indrawi (sensory) seperti melihat dan mendengar dan tindakan fisik. Bayi melangkah maju dari tindakan instingtual dan refleksi saat baru saja lahir ke pemikiran simbolis menjelang akhir tahap ini. Menurut piaget bayi tidak dapat membedakan antara dirinya dan dunianya dan tidak punya pemahaman tentang kepermanenan objek.
·   Tahap pra-operasional (2-7 tahun)
Anak mulai merepresentasikan dunia dengan kata dan gambar. Kata dan gambar ini merefleksikan peningkatan pemikiran simbolis dan melampaui koneksi informasi indrawi dan tindakan fisik. Tahap ini lebih bersifat egosentris dan intuitif ketimbang logis. Tahap pra-opersional bisa dibagi lagi menjadi menjadi 2 subtahap:
o    Subtahap fungsi simbolis:
Perkembangan ini terjadi diantara 2-4 tahun, berkembangnya kemampuan untuk merepresentasikan objek yang tidak hadir dan meningkatnya pemikiran simbolis, muncul egosentrisme dan animisme.
o    Subtahap pemikiran intuitif
Perkembangan ini terjadi antara 4-7 tahun, anak mulai menggunakan penalaran primitif dan ingin tahu jawaban dari semua pertanyaan.
·   Tahap opersional konkret (7-11 tahun)
Anak kini bisa bernalar secara logis tentang kejadian-kejadian konkret dan mampu mengklasifikasikan objek kedalam kelompok yang berbeda-beda.
·   Tahap operasional formal (11- dewasa)
Remaja berpikir secara lebih abstrak, idealistis, dan logis. Kualitas abstrak dari pemikiran operasional formal tampak jelas dalam pemecahan problem verbal. Dalam tahap operasional formal, anak sudah mulai dapat mengerti hal yang abstrak walaupun hanya disajikan secara verbal. Pemikir operasional formal mempunyai kemampuan untuk melakukan idealisasi dan membayangkan kemungkinan - kemungkinan.
Mengapa anak umur pra sekolah keras kepala dan sulit diatur?
Menurut Piaget, tahapan perkembangan anak pada usia dini adalah tahap pra-operasional (usia 2 – 7 tahun). Pada usia ini anak menjadi 'egosentris', sehingga berkesan 'pelit', karena ia tidak bisa melihat dari sudut pandang orang lain dan anak lebih bersifat intuitif ketimbang logis. Anak tersebut juga memiliki kecenderungan untuk meniru orang di sekelilingnya. Meskipun pada saat berusia 2 – 5 tahun mereka sudah mulai mengerti motivasi, namun mereka tidak mengerti cara berpikir yang sistematis dan rumit sehingga mereka memikirkan sesuatu hanya dari sudut pandang dari mereka saja. Dengan demikian, pada tahap ini anak memang sulit untuk diatur karena sifat egosentrisnya yang kuat dan pandangan mereka berbeda dengan apa yang dipikirkan orang lain karena mereka belum mengerti cara berpikir.

1.3    Alat dan Bahan:
Alat yang digunakan untuk membantu proses pengumpulan data adalah alat perekam proses pelaksaan penelitian seperti alat tulis, perekam audio, ataupun kamera.

1.4    Analisa data:
Hasil dari wawancara yang didapatkan dari beberapa subjek kami analisis terlebih dahulu dengan meringkas, setelah itu kami mencari jawaban dari pertanyaan kami di dalam topik ini. Kemudian, kami menarik kesimpulan yang dapat menjawab permasalahan dalam topik kami ini.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              
1.5    Objek dan Subjek:
Objek dalam penelitian ini adalah anak – anak pra sekolah yang sedang dididik di lembaga pendidikan.
Subjeknya adalah guru yang mengajarkan anak – anak di sekolah dan sering menghadapi masalah yang terjadi dengan anak – anak selama masa pendidikan.
Lokasi penelitian kami lakukan di playgroup terkemuka di kota Medan, yaitu:
·         TK IKAL: Jl. Gaperta No.18, Helvetia, MEDAN
·         Yayasan Pendidikan Anak Usia Dini Walidayna: Jl. PLTGU No. 73 A Komplek PLN Paya Pasir, Marelan, MEDAN 20255
·         TK Play Group Star Kids School Kindergarten & Preschool:
Jl. Dr Mansyur No.158, MEDAN 20153

1.6    Jadwal pelaksanaan

“Time Table”
No
Hari dan tanggal
Jam
Jenis Kegiatan
1.
Jum’at,  28 April 2011
09.00
Wawancara dengan guru di TK pertama: TK IKAL
2.
Jum’at,  28 April 2011
10.00
Observasi TK yang lain, sebagai objek selanjutnya
3.
Rabu, 4 Mei 2011
08.30
Wawancara dengan guru di TK yang kedua: Yayasan Pendidikan Anak Usia Dini Walidayna
4.
Rabu, 4 Mei 2011
12.00
Wawancara dengan guru di TK yang ketiga: TK Play Group Star Kids
5.
Sabtu, 8 Mei 2011
16.00
Menyusun data yang telah didapatkan
6.
Senin, 16 Mei 2011
09.00
Membuat pelaporan dan evaluasi


1.7    Kalkulasi Biaya

Pengeluaran Dana
No.
Pengeluaran
Harga satuan
Banyak
Jumlah
1.
Note Book
Rp 6.500
3
Rp 19.500
2.
Transportasi
Rp 4.500
2
 Rp   9.000
             Jumlah =                                                                   Rp 28.500
                                                                                                                       
   Pemasukan Dana
Subsidi setiap anggota @ Rp 10.000 = 3 x 10.000 = Rp 30.000


PELAKSANAAN

Pertama kami menentukan topik penelitian kami, dan jadinya kami meneliti tentang pendidikan anak usia dini, kami mewawancari gurunya untuk mengetahui bagaimana mereka mengajar, cara mengatasi anak – anak.                                                                                   
Sebelum kami melakukan wawancara terhadap penelitian ini, kami terlebih dahulu membuat perencanaan agar lebih mudah dalam melakukan pelaksanaan penelitian ini. 
 Kami meneliti 3 taman kanak-kanak. Pertama TK IKAL, disana kami menemui kendala karena kami tidak memiliki surat izin meneliti, setelah beberapa menit kami mengobrol dengan kepala sekolahnya akhirnya kami diberi izin untuk meneliti. Kami mendapatkan informasi lebih dari yang kami perkirakan.
Setelah dari TK IKAL kami mencoba untuk mengobservasi sekolah – sekolah lain yang menjadi target penelitian kami selanjutnya. Karena surat izin yang sebagai persyaratan belum kami penuhi, maka kami membuat surat izin terlebih dahulu dan akan melanjutkan wawancara – wawancara ke sekolah lain di minggu depan.
Setelah surat izin yang kami urus sudah keluar dari kampus, kami mendatangi sekolah selanjutnya, yaitu Yayasan Pendidikan Anak Usia Dini Walidayna. Disana kami mendapatkan banyak informasi, bahkan informasi yang lebih banyak dari taman kanak – kanak yang sebelumnya. Dan pada hari itu juga kami ingin menyelesaikan pelaksanaan wawancara kami, kami ke sekolah terakhir, yaitu TK Play Group Star Kids. Disana kami mendapatkan informasi yang sama sepert sekolah – sekolah sebelumnya dan dokumentasi yang kami dapatkan pun hanya sedikit karena anak – anaknya sedang di dalam kelas. 
Setelah pelaksanaan selesai, kami menganalisa yang kami dapatkan dari hasil wawancara – wawancara yang kami lakukan untuk mendapatkan jawaban dari masalah yang ada dalam topik kami ini. Dan kami membuat laporan kemudian membuat poster dari hasil penelitian kami.


PELAPORAN DAN EVALUASI

3.1 Laporan
Dalam mengajar anak usia dini (pra sekolah) terdapat kendala-kendala yang dihadapi pengajar:
·         Anak mengalami kesulitan dalam memperhatikan untuk jangka waktu yang berbeda ketika berada di sekolah atau di kelas à bagaimana guru dapat mempertahankan perhatian anak.
·         Anak-anak pra sekolah biasanya baru untuk belajar membaca dan menulis,terbatas dalam kemampuan berhitung à mengajar jadi sulit à anak sering bergantung pada guru dan membuat guru harus memusatkan perhatian padanya.
·         Rata-rata anak bersikap moody untuk memulai kegiatan yang diajarkan à guru harus membujuk sampai anak mau untuk memulai kegiatan pembelajaran.
·         Anak yang pemalu dan penakut, anak yang sulit dalam kemampuan bicara juga seperti celat sulit untuk diajak berkomunikasi à guru harus sabar dan pelan – pelan dalam mengajari anak – anak agar dapat membuat anak tetap belajar.  

3.2  Evaluasi
Review dari perencanaan yang telah dirancang dibandingkan dengan pelaksanaan yang telah berlangsung hingga proses evaluasi.
Perencanaan kami buat sebelum pelaksanaan penelitian, dalam pelaksanaan ada yang tidak memenuhi perencanaan, seperti:
-    Sekolah yang menjadi subjek penelitian. TK yang bertaraf internasional untuk mendapatkan izin melakukan penelitiannya harus melalui proses yang panjang. Oleh karena itu kami mengganti dengan subjek yang lebih dapat dijangkau.
-    Pelaksanaan wawancara yang seharusnya dilakukan dalam waktu 2 hari berturut – turut menjadi terhambat karena proses pembuatan surat izin ke sekolah.
Selebih dari itu, semua pelaksanaan hingga proses evaluasi dan pelaporan sesuai dengan perencanaan yang dibuat.

3.3 Poster

3.4 Testimoni
“Pembuatan proyek ini merupakan pengalaman pertama dalam penelitian kami yang memerlukan banyak waktu dan banyak tenaga. Banyak pengalaman – pengalaman yang kami rasakan dan beberapa kendala yang telah dihadapi. Setelah melewati tahapan – tahapan dalam proyek ini, tugas ini terselesaikan juga walaupun terdapat banyak kekurangan namun hasilnya memuaskan bagi kami. Dan semoga proyek ini dapat menambah wawasan dan pengalaman yang bermanfaat untuk ke depannya.
Nabila: Pengalaman mewawancarai guru TK itu menyenangkan, awalnya saya berpikir kalau anak – anak  TK kalau jumpa sama orang asing gak mau ngomong. Eh, ternyata mereka banyak kali ceritanya,, lucu-lucu.
Nurul: Dengan melakukan wawancara – wawancara terhadap guru TK, dapat mengetahui beragam karakter anak – anak pra sekolah dan mengetahui cara guru menangani anak – anak pra sekolah.
Jamilah: Pengalaman pertama melakukan penelitian, melakukan wawancara di tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya menjadi kendala karena gak kenal dengan lingkungannya. Tetapi, bisa mendapatkan wawasan baru tentang anak pra sekolah.
Dokumentasi:

DAFTAR PUSTAKA
Santtrock, John W. 2008, Psikologi Pendidikan Edisi Kedua, Penerbit: Kencana Prenada Media Group: Jakarta
duniapsikologi.dagdigdug.com 

Selasa, 03 Mei 2011

lingkaran yang menyenangkan sebelum mata kuliah psikologi pendidikan

hari ini pada mata kuliah psikologi pendidikan oleh bu dina,kmi membuat suatu lingkaran beesar gitu dan didengarkan musik "becak-becak tolong bawa saya"dan kmi disuruh untuk mengikuti gerakannya,gerakannya itu
1. maju kedepan
2.mundur kebelakang
3.langkah kesamping
4."genjot"
dan kmi melakukan itu sesuai dengan musiknya,,sebenarnya menurut saya harus ada teliti dengerin musiknya juga kaarena ada bagian2 dimana kita gag perlu bergerak,gerak cepat,ataupun lamban.dan pada permainan ini menyenangkan,fresh,asyik dan membuat ada hal baru,atau 1 kali saya melakukan hal ini sebelum saya belajar..disini pun melatih kekomapakkan juga.
lagunya ini kan lagu waku saya kecil gtu,,jd waktu sayasuka kli karena mengingatkan pada masa tk atau sd gtu.
klo di kaitkan ini bisa dikaitkan dengan meteri hari ini  yaitu pedagogi yaitu bagaimana membimbing anak didik.disini mungkin bu dina ingin membuat kelas menajadi santai dan tidak tegang agar peserta didik itu mau memberikan tanggapan,lebih aktif,dan membuat kelas menjadi tidak membosankan.






Senin, 25 April 2011

APA YANG DIMAKSUD DENGAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PSIKOLOGI SEKOLAH?
·         Psikologi Pendidikan
o   Arthur S. Reber
Psikologi pendidikan adalah sebuah subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah kependidikan yang berguna dalam hal-hal sebagai berikut :
§  Penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas
§  Pengembangan dan pembaharuan kurikulum
§  Ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan
§  Sosialisasi proses-proses dan interaksi proses-proses tersebut dengan pendayagunaan ranah kognitif
§  Penyenggaraan pendidikan keguruan
o   Barlow
Psikologi pendidikan adalah “a body of knowledge grounded in psychological research which provides a repertoire of resource to aid you in functioning more effectively in teaching learning process.”
Psikologi pendidikan adalah sebuah pengetahuan berdasarkan riset psikologis yang menyediakan serangkaian sumber-sumber untuk membantu anda melaksanakan tugas-tugas seorang guru dalam proses belajar mengajar secara efektif.
o   Tardif
Psikologi pendidikan adalah sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang perilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan.

o   Witherington
Psikologi pendidikan sebagai “ A systematic study of process and factors involved in the education of human being.”
Psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia.Psikologi sekolah.
·         Psikologi sekolah
Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi.

PERANAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PSIKOLOGI SEKOLAH
·         PSIKOLOGI PENDIDIKAN
o   Tujuan Pembelajaran
Psikologi pendidikan memberikan kontribusi penting dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh pendidik dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Psikologi pendididkan memberikan bimbingan tentang cara-cara merumuskan tujuan pembelajaran. Para pakar psikologi pendidikan menyatakan apa yang akan peserta didik lakukan jika mereka diberi kesempatan.
o   Karakteristik peserta didik
Karakteristik dan perilaku yang diperoleh peserta didik sebelum mengikuti pembelajaran baru umumnya akan mempengaruhi kesiapan belajar dan cara-cara mereka belajar. Dengan memperhatikan pengaruh itu, psikologi pendidikan memberikan kontribusi dengan cara membantu pendidik memperhatikan perilaku peserta didik sebelum pembelajaran dimulai.
o   Proses Belajar
Para pakar psikologi pendidikan percaya bahwa berbagai materi pembelajaran yang dipelajari oleh peserta didik mempersyaratkan adanya proses belajar yang berbeda. Seperti halnya cara mempelajari konsep akan berbeda dengan mempelajari prinsip ataupun fakta. Hal ini sangat penting untuk dipahami setiap pendidik karena cara yang berbeda dalam mempelajari materi pembelajaran yang berbeda akan diperoleh hasil yang berbeda pula.
o   Strategi Pembelajaran
Para pakar psikologi pendididikan menyatakan bahwa pemilihan strategi pembelajaran adalah sama pentingnya dengan unsur-unsur pembelajaran lainnya. Strategi pembelajaran ini berkaitan dengan prosedur membantu peserta didik bergerak dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup dalam setiap pembelajaran, sehingga peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.
o   Evaluasi Pembelajaran
Beberapa kegiatan evaluasi dapat dilakukan pada waktu proses pembelajaran sedang berlangsung, yakni untuk mengetahui kemajuan belajar peserta didik. Evaluasi juga dapat dilakukan pada awal kegiatan pembelajaran untuk mengetahui kemampuan bawaan peserta didik sebelum mengikuti prose pembelajaran. Disamping itu juga evaluasi dapat dilakukan pada akhir pembelajaran untuk mengetahui peroleha peserta didik terhadap tujuan pembelajaran. Berkenaan dengan evaluasi ini, psikologi pendidikan memeberikan kontribusi tentang perumusan instrument evaluasi, pelaksanaan ujian, analisis hasil evaluasi, dan penafsiran hasil evaluasi.

·         PSIKOLOGI SEKOLAH

 Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan dasar-dasar BK di sekolah lanjutan dan memahami pokok-pokok permasalahan siswa usia sekolah lanjutan

Memahami dan memiliki wawasan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan fungsi sekolah sebagai agen perubahan sosial
Memahami berbagai hal tentang perubahan-perubahan yang terjadi di sekolah Memahami metode yang dapat digunakan dalam sistem pengajaran disekolah
Memahami keterkaitan hubungan anak-orangtua dan sekolah
Memahami hubungan orang tua dengan anak khusus (Disabilities)
Memahami perkembangan anak-anak dari “At Risk Families”
Memahami keterlibatan orangtua dalam pendidikan dan hubungannya dengan sekolah
Memahami siswa-siswa yang sudah siap untuk belajar (Readiness to Learn)
Mahasiswa memahami tentang dasar-dasar konseling individual, dan dapat merancang konseling individual mulai tahap mengidentifikasikan masalah, tahap pemecahan masalah dan perencanaan follow up
Mahasiswa memahami dasar-dasar konseling kelompok, dan model-model interaksi kelompok

Mengetahui tokoh-tokoh pendidikan pra-sekolah
Memahami pengertian dan ciri-ciri anak pra-sekolah
Memahami lingkup pendidikan pra-sekolah
Mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis kasus kesulitan belajar
Mahasiswa dapat memahami berbagai kasus kesulitan belajar yang biasa terjadi pada siswa




Sumber:
·         http://cintapendidikan-siron.blogspot.com/2010/10/peranan-psikologi-pendidikan.html