Senin, 25 April 2011

APA YANG DIMAKSUD DENGAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PSIKOLOGI SEKOLAH?
·         Psikologi Pendidikan
o   Arthur S. Reber
Psikologi pendidikan adalah sebuah subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah kependidikan yang berguna dalam hal-hal sebagai berikut :
§  Penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas
§  Pengembangan dan pembaharuan kurikulum
§  Ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan
§  Sosialisasi proses-proses dan interaksi proses-proses tersebut dengan pendayagunaan ranah kognitif
§  Penyenggaraan pendidikan keguruan
o   Barlow
Psikologi pendidikan adalah “a body of knowledge grounded in psychological research which provides a repertoire of resource to aid you in functioning more effectively in teaching learning process.”
Psikologi pendidikan adalah sebuah pengetahuan berdasarkan riset psikologis yang menyediakan serangkaian sumber-sumber untuk membantu anda melaksanakan tugas-tugas seorang guru dalam proses belajar mengajar secara efektif.
o   Tardif
Psikologi pendidikan adalah sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang perilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan.

o   Witherington
Psikologi pendidikan sebagai “ A systematic study of process and factors involved in the education of human being.”
Psikologi pendidikan adalah studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia.Psikologi sekolah.
·         Psikologi sekolah
Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi.

PERANAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN PSIKOLOGI SEKOLAH
·         PSIKOLOGI PENDIDIKAN
o   Tujuan Pembelajaran
Psikologi pendidikan memberikan kontribusi penting dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh pendidik dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Psikologi pendididkan memberikan bimbingan tentang cara-cara merumuskan tujuan pembelajaran. Para pakar psikologi pendidikan menyatakan apa yang akan peserta didik lakukan jika mereka diberi kesempatan.
o   Karakteristik peserta didik
Karakteristik dan perilaku yang diperoleh peserta didik sebelum mengikuti pembelajaran baru umumnya akan mempengaruhi kesiapan belajar dan cara-cara mereka belajar. Dengan memperhatikan pengaruh itu, psikologi pendidikan memberikan kontribusi dengan cara membantu pendidik memperhatikan perilaku peserta didik sebelum pembelajaran dimulai.
o   Proses Belajar
Para pakar psikologi pendidikan percaya bahwa berbagai materi pembelajaran yang dipelajari oleh peserta didik mempersyaratkan adanya proses belajar yang berbeda. Seperti halnya cara mempelajari konsep akan berbeda dengan mempelajari prinsip ataupun fakta. Hal ini sangat penting untuk dipahami setiap pendidik karena cara yang berbeda dalam mempelajari materi pembelajaran yang berbeda akan diperoleh hasil yang berbeda pula.
o   Strategi Pembelajaran
Para pakar psikologi pendididikan menyatakan bahwa pemilihan strategi pembelajaran adalah sama pentingnya dengan unsur-unsur pembelajaran lainnya. Strategi pembelajaran ini berkaitan dengan prosedur membantu peserta didik bergerak dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup dalam setiap pembelajaran, sehingga peserta didik mencapai tujuan pembelajaran.
o   Evaluasi Pembelajaran
Beberapa kegiatan evaluasi dapat dilakukan pada waktu proses pembelajaran sedang berlangsung, yakni untuk mengetahui kemajuan belajar peserta didik. Evaluasi juga dapat dilakukan pada awal kegiatan pembelajaran untuk mengetahui kemampuan bawaan peserta didik sebelum mengikuti prose pembelajaran. Disamping itu juga evaluasi dapat dilakukan pada akhir pembelajaran untuk mengetahui peroleha peserta didik terhadap tujuan pembelajaran. Berkenaan dengan evaluasi ini, psikologi pendidikan memeberikan kontribusi tentang perumusan instrument evaluasi, pelaksanaan ujian, analisis hasil evaluasi, dan penafsiran hasil evaluasi.

·         PSIKOLOGI SEKOLAH

 Mahasiswa dapat memahami dan menjelaskan dasar-dasar BK di sekolah lanjutan dan memahami pokok-pokok permasalahan siswa usia sekolah lanjutan

Memahami dan memiliki wawasan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan fungsi sekolah sebagai agen perubahan sosial
Memahami berbagai hal tentang perubahan-perubahan yang terjadi di sekolah Memahami metode yang dapat digunakan dalam sistem pengajaran disekolah
Memahami keterkaitan hubungan anak-orangtua dan sekolah
Memahami hubungan orang tua dengan anak khusus (Disabilities)
Memahami perkembangan anak-anak dari “At Risk Families”
Memahami keterlibatan orangtua dalam pendidikan dan hubungannya dengan sekolah
Memahami siswa-siswa yang sudah siap untuk belajar (Readiness to Learn)
Mahasiswa memahami tentang dasar-dasar konseling individual, dan dapat merancang konseling individual mulai tahap mengidentifikasikan masalah, tahap pemecahan masalah dan perencanaan follow up
Mahasiswa memahami dasar-dasar konseling kelompok, dan model-model interaksi kelompok

Mengetahui tokoh-tokoh pendidikan pra-sekolah
Memahami pengertian dan ciri-ciri anak pra-sekolah
Memahami lingkup pendidikan pra-sekolah
Mahasiswa dapat mengetahui jenis-jenis kasus kesulitan belajar
Mahasiswa dapat memahami berbagai kasus kesulitan belajar yang biasa terjadi pada siswa




Sumber:
·         http://cintapendidikan-siron.blogspot.com/2010/10/peranan-psikologi-pendidikan.html

Minggu, 24 April 2011

BIMBINGAN DAN KONSELING(tugas 11)

Pendekatan struktural adalah pendekatan yang menerangkan proses perkembangan vokasional dengan merinci struktur dunia pekerjaan yang akan dimasukin oleh seseorang.
Apa saja tipe atau orientasi kepribadian pada manusia menurut john L. Holland?
Ada 6 tipe atau orientasi kepribadian pada manusia menurut halland,yaitu:
·         Tipe realistik ditandai oleh perilaku agresif, unggul dalam koordinasi motorik dan maskulin.
·         Tipe intelekual kecenderungan lebih berpikir daripada bertindak, menghindari hubungan sosial yang akrab, dan memahami daripada mencoba memenangkan argumentasi
·         Tipe sosial cenderung lebih menyukai bidang pendidikan dan hubungan pribadi yang akrab
·         Tipe konvensional memikirkan aturan hukum, kontrol diri besar, dan cenderung tidak mementingkan kebutuhan pribadi dan mengidentifikasi diri dengan kekuasaan dan status
·         Tipe usaha cenderung unggul dalam kemampuan verbal, tetapi menggunakan kemampuan ini untuk memanipulasi dan mendominasi orang lain
·         Tipe artistik memiliki kebutuhan besar untuk mengekspresikan diri dan cenderung berhubungan dengan orang secara tidak langsung melalui ekspresi artistik.

daftar pustaka: Sukadji, S. (2000).Psikologi pendidikan dan Psikologi sekolah.Depok:Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

PSIKOLOGI SEKOLAH(tugas 10)

Apa saja sebab gangguan disiplin kelas dan bagaimana
pula saran penanganan disiplin??

       Klausmeierdan goodwin (1975) mengutip sheviakov dan redl, membagi penyebab gangguan indisipliner atas enam faktor.
1.     Ketidakpuasan dengan tugas-tugas disekolah
2.    Adanya kerasahan dalam bergaul dengan orang lain
3.    Suasana kelas yang tidak nyaman
4.    Tidak adanya keserasian antara aturan-aturan di dalam kelas dengan kebutuhan mandiri seorang remaja
5.    Adanya ketegangan emosional yang mengikuti perubahan kegiatan yang mendadak
6.    Komposisi kelompok di dalam kelas

Sarannya adalah:
Bossone (1979) yang menyatakan bahwa disiplin kelas banyak tergantung pada keberhasilan guru mengelola kelas agar suasana kelas menyenangkan. Selain menyenangkan suasana kelas pun diharapkan efektif sebagai sara belajar.
1.     Kenalilah siswa-siswa
2.    Rencanakan dan persiapkan pelajaran dengan sebaik-baiknya
3.    Libatkan siswa-siswa dalam membuat aturan-aturan bagi kelas
4.    Usahakan agar pelaksanaan kegiatan rutin kelas berlangsung secara efisien
5.    Bertindak arif.

daftar pustaka: Sukadji, S. (2000).Psikologi pendidikan dan Psikologi sekolah.Depok:Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Pendidikan anak berkebutuhan khusus(tugas 9)

Bagaimana strategi mengajar anak yang menderita retardasi mental?
Strategi mengajar yang baik untuk berinteraksi dengan anak-anak penderita retardasi mental:
·         Membantu anak RM untuk berlatih menentukan pilihan personal dan determinasi diri jika dimungkinkan.
·         Selalu ingat level fungsi mental anak
·         Sesuaikan instruksi pengajaran anda dengan kebutuhan si anak
·         Berilah contoh konkret dari suatu konsep
·         Beri anak RM kesempatan melatih apa-apa saja yang telah mereka pelajari
·         Perhatikan rasa penghargaan diri si anak
·         Jangan berprasangka negatif terhadap kemampuan si anak
·         Cari dukungan sumber daya
·         Pertimbangkan untuk menggunakan strategis analisis perilaku libatkan orang tua sebgai mitra mendidik anak

Daftar Pustaka:
Santrock, John W. 2008, Psikologi Pendidikan Edisi Kedua, Penerbit: Kencana Prenada Media Group: Jakarta 

Apa saja Pendidikan masa dini dan pendidikan keluarga(tugas 8)


strategi yang dibutuhkan untuk meningkatkan prestasi murid di daerah miskin?

Miller dan roby, yang dikutip oleh A. Harry passow (1971) percaya, bahwa berbagai ragam strategi meningkatkan prestasi murid didaerah miskin dapat dikelompokkan dalam lima kelompok:
  •  Mengubah murid dan keluarga mereka, yang bertujuan sebagai perbaikan sosialisasi, dengan jalan mengubah pola asuhan dengan program-program yang ditujukan untuk mengubah interaksi dan hubungan anak dan orang tua.
  • Mengubah sekolah yang bertujuan mengadakan perubahan pada guru, administrator, kurikulum, materi, pelayanan.
  •  Menambah sumber dan meratakan alokasi distribusi. Biasanya daerah miskin itu justru memperoleh dana yang rendah, personalia dan guru yang bermutu rendah.
  •  Mengubah komposisi murid, dengan membuat seimbang status sosial ekonomi murid satu sekolah dengan sekolah lain
  • Mengubah pengawasan sekolah, memberi wewenang yang lebih banyak pada sekolah dan masyarakat setempat, sehingga dapat menyesuaikan dengan keadaan setempat.                                                                                                                                 



 daftar pustaka: Sukadji, S. (2000).Psikologi pendidikan dan Psikologi sekolah.Depok:Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

    Senin, 18 April 2011


    Rabu, 06 April 2011

    Diskusi tentang fenomena pendidikan di sekolah yang ada di Indonesia

    Nabila Adani (10-073)
    Nurul Adha Elliza (10-097)
    Siti Jamilah (10-113)

    Coba cari fakta tentang fenomena pendidikan di sekolah yang ada di Indonesia yang tidak terlepas dari hal keluarga dan lingkungan melalui jurnal2 di internet  minimal 3 fenomena, kemudian bahas dengan minimal 1 teori psikologi pendidikan, 1 teori psikologi  keluarga dan 1 teori bimbingan sekolah

    Fenomena pertama tentang sistem pendidikan. Sistem pendidikan yang ada di Indonesia bersifat mencetak" manusia penurut", buktinya:
    1. Adanya Penyeragaman
    2. Mau "muncul" tetapi dikekang oleh adanya Kurikulum
    3. Mau "lari" tetapi dikekang oleh adanya penjadwalan yang ketat
    4. Model belajar "menghafal" dan "mengulang"

    Karena sistem pendidikan ini, dampak yang akan terjadi terhadap murid adalah:
    1. Hilangnya kemampuan kognitif dari anak
    2. Kreativitas siswa berkurang
    3. Talenta siswa banyak yang tidak diketahui (selain belajar)

    Manusia penurut ini maksudnya sistem pembelajaran di sekolah menjadi hanya bergantung pada kurikulum saja, sedangkan seharusnya lebih bisa berkembang lagi pemikirannya tidak harus mengikuti kurikulum walaupun kurikulum sangat penting sebagai batasan atau standardisasi dalam sistem pendidikan.

    William James dan John Dewey mencetuskan sistem konstruktivisme, sistem yang menekankan agar individu secara aktif membangun pemahaman dan pengetahuan. Menurut pandangan konstruktivis, guru bukan sekadar memberi informasi ke pikiran anak, akan tetapi guru harus mendorong anak untuk mengeksplorasi dunia mereka, menemukan pengetahuan, merenung, dan berpikir secara kritis. Namun, guru juga harus tetap mengontrol anak-anak agar mampu menyelesaikan tugas-tugasnya dengan hasil yang baik dan dapat meraih prestasi.
    Dengan sistem kontruktivisme ini, guru dapat mendorong anak untuk mengeksplorasi kemampuannya dalam hal yang dikuasainya dengan standardisasi kurikulum yang telah ditetapkan. Jadi, anakpun akan memiliki kemampuan kognitif yang lebih meningkat dan akan tampak talenta anak – anak tersebut.

    Fenomena kedua tentang fakta psikologi pendidikan di sekolah. Ini tentang pengajar, guru adalah seseorang yang biasanya ditiru oleh murid. Tapi faktanya ada guru yang terlambat masuk kelas dan terkadang keluar kelas sebelum bel, bahkan ada juga guru yang menunda untuk menjawab pertanyaan murid yang dapat membuat pandangan murid buruk terhadap guru tersebut atau dapat menjatuhkan nama guru tersebut dan menganggap gurunya kurang mampu.
    Menurut  survei nasional terhadap murid berusia antara 13 sampai 17 tahun tentang karakter penting yang harus dipunyai oleh seorang guru dalam buku psikologi pendidikan, Santrok.

    Karakteristik 

    ·
             Membuat kelas menjadi menarik                            
    ·
             Menguasai mata  
    ·         Punya selera humor                                                                                                                             ·         Menerangkan secara jelas                                       
    ·
             Mau meluangkan waktu untuk membantu murid       
    ·
             Bersikap adil kepada murid                                       
    ·
             Memperlakukan murid seperti orang dewasa        
    ·
             Berhubungan baik dengan murid                            
    ·
             Memperhatikan perasaan murid                            
    ·
             Tidak pilih kasih                        
    Oleh karena itu, seharusnya guru sebagai pengajar harus dapat menjadi contoh untuk muridnya, agar dapat menjadikan murid – muridnya berprilaku yang baik, guru seharusnya mengajarkan muridnya agar menjadi disiplin, dan muridpun mau menerapkan kebiasaan yang dilakukan guru. Dan harus bisa menguasai dan mengontrol keadaan kelas seperti yang diharapkan murid – muridnya.

    Ketiga, fenomena psikologi pendidikan yang tidak terlepas dari keluarga. Tidak jarang fenomena pada anak yang berasal dari keluarga broken home terganggu prestasinya di sekolah terjadi, kemungkinan hanya 20:1 anak yang dapat mengontrol sekolahnya dan dapat menyeimbangkan psikologisnya agar tidak terganggu oleh keadaan yang terjadi di rumah.
    Peran guru di sekolah sebagai pemerhati prestasi murid seharusnya lebih besar dalam memperhatikan prestasi murid yang diketahui sebagai  “korban” broken home, share yang dilakukan untuk mengetahui bagaimana suasana hati muridnya pun juga berperan penting agar lebih membantu murid tersebut dalam mengatasi perasaan yang dialaminya saat berada di rumah dengan keadaan yang tidak nyaman.

    Daftar Pustaka

    Santrock, John W. 2008, Psikologi Pendidikan Edisi Kedua, Penerbit: Kencana Prenada Media Group: Jakarta 
    http://sukrablog.blogspot.com/
    http://fkmmj.wordpress.com/